Empat tahun setelah saya membuat tulisan terakhir di blog ini... Bener bener banyak pengalaman yang saya raih. Hutang semakin banyak, Pekerjaan juga banyak dilalui. Mulai dari Engineer, Tukang cari Nasabah di Koperasi, Menjual uang pinjaman di leasing, Sales wifi, Di promote menjadi Supervisor, hingga kembali lagi menjadi sales wifi. Eh buset... Tapi akhirnya saya mau berkomitmen untuk tetap di bidang sales. Walaupun pekerjaan ini memiliki paradigma yang miring, bahkan sangat miring dan disepelein. Ya elah, bocah mana sih yang mau cita citanya jadi sales. Namun pekerjaan ini yang paling mendekati dengan rumitnya kehidupan. Orangnya aur auran, sistemnya buset berubah mulu kaya cuaca, tapi waktu terus berputar. Hidup harus tetap jalan. Saya melihat keindahan di dalam kekacauan. Damn... Jika saya tahu dunia sales seindah ini, saya tekuni dari awal. Walaupun saat ini mungkin saya berada di titik yang rendah, semoga ini titik terendah saya, hari esok saya ingin berjuang kembali!
Tiga bulan tidak membaca buku membuat saya mengalami sebuah kesulitan untuk membaca buku. Setiap kali selesai membaca buku, saya harus merasakan pusing yang hebat sehingga dokter meresepkan obat ibuprofen untuk pusing kepala saya karena paracetamol sudah tidak mampu mengatasi rasa pusingnya. Setelah ibuprofen tidak juga mengatasi rintangan ini, saya juga diberikan rujukan ke optik untuk mengganti kacamata saya. Namun kacamata baru tetap saja tidak bisa mengatasi rasa pusing ini, akhirnya saya diberikan rujukan berikutnya ke spesialis dokter mata. Dokter mata memeriksa mata saya dan mencari rintangan apa yang menyebabkan saya tidak dapat membaca dengan tenang. Setelah memeriksa kondisi mata dan lensa kacamata saya, semuanya baik - baik saja. Hasilnya saya hanya diberikan vitamin untuk saraf dan obat tetes mata. Bagaimana hasilnya? Saya bisa membaca buku, walaupun sedikit dan tanpa merasakan rasa sakit kepala. Hal ini menyadarkan saya, betapa mudahnya masalah mata saya ini selesai ketika...